UNESA
KONTROVERSI UNESA OLEH BIROKRASI
infomahasiswaunesa Mahasiswa 2009 Universitas Negeri Surabaya benar-benar dibuat ketir-ketir oleh birokrasi. Bagaimana tidak, diusianya yang sudah 6tahun 10bulan dan sudah bernafas senin jumat, sudah akut lah. Mereka masih banyak yang tertahan kelululasanya karena syarat administrasi. Administrasi tersebut berupa TEP alias Test of English Proficiency. "TEP merupakan syarat mutlak yang tak bisa diganggu gugat", kata salah satu mahasiswa 2009 Fakultas Teknik setelah selesai dialog bersama birokrasi untuk mencari solusi terbaik di gedung A1 lantai 2 FT Unesa.
Seharusnya birokrasi terutama rektorat lebih bijak dalam memberikan peraturan. Analoginya adalah jika ada orang tua punya anak perempuan, orang tua tersebut memberikan syarat menantunya harus sarjana. Apakah jika menantunya bukan sarjana lantas anaknya tidak boleh menikah sampai kapanpun? Tentu tidak, karena syarat nikah pertama bagi saya adalah berlawanan jenis kelamin, baru ada syarat-syarat lain. Tambah mahasiswa tersebut
Ada lagi seorang mahasiswa yang ikut memberikan pernyataan, seharusnya mereka (birokrasi) lebih melek bahkan melotot realita kami sebagai mahasiswa dan calon pengangguran yang terbebani oleh TEP. Mereka (birokrasi) wajib mengkaji kaidah maslahat (manfaat) dan mudarat (keburukan) menggunakan TEP sebagai syarat lulus. Silahkan kroscek didunia nyata, dunia luar kampus, berguna atau tidak sertifikat TEP tersebut bagi kami. Sekarang sudah jamanya TOEFL, IELTS dan TOEIC, dan sertifikat kemampuan bahasa inggris tersebut yang diakui adalah sertifikat dari ITS dan UNAIR untuk beasiswa ataupun perusahaan yang mencantumkan syarat sertifikat TOEFL, IELTS dan TOEIC, sekali lagi saya tekankan sertifikat TOEFL, IELTS dan TOEIC bukan sertifikat TEP.
Jadi intinya kami ingin birokrasi mengkaji tentang syarat yang mohon maaf kami anggap konyol ini. Jika tadi adalah forum dialog untuk menemukan solusi atas keterlambatan kelulusan kami, maka solusi konkrit dari kami adalah MERUBAH SYARAT TEP DENGAN NILAI MINIMAL 400 MENJADI PERNAH MENGIKUTI TEP SEBANYAK 10, 15 20 ATAU BERAPAPUN YANG SEKIRANYA KAMI TIDAK TERBEBANI tolong dicetak huruf balok solusi dari kami itu. Saya sudah 1 tahun gagal wisuda hanya karena TEP ini mas. penutup dari seorang mahasiswa yang ditunjuk sebagai koordinator/perwakilan dari 2009 Teknik Mesin Unesa.
Oke mari coba kita hitung, manfaat dari diberlakukanya syarat TEP tersebut adalah untuk menganggkat great atau kemampuan mahasiswa. ada lagi????? sementara itu penulis hanya tahu itu saja
Sedangkan mudharatnya dibagi menjadi dua yaitu sebelum lulus adalah menghambat mahasiswa, menambah biaya, mengulur waktu, mengulur tenaga (kata mahasiswa yang kuliahnya disambi kerja) dan mudarat setelah lulus, sertifikat tidak ada gunanya baik untuk mengajukan beasiswa s2 atau untuk melamar kerja.
So, penting atau tidak sih TEP jadi syarat yudisium bahkan syarat sidang skripsi???
Post a Comment